Ranieri Terkejut Dipecat Oleh Leicester City

Tidak sedikit yang mengecam tindakan pemecatan Claudio Ranieri dari Leicester City. Claudio Ranieri sendiri akhirnya mengakui bahwa pemecatan oleh Leicester City mengejutkan pelatih asal Italia tersebut.

Claudio Ranieri akhirnya harus diberhentikan setelah sebelumnya dirinya berhasil membawa Leicester City memenangkan gelar juara Liga Premier Inggris untuk pertama kalinya dalam sejarah. Setelah itu sembilan bulan kemudian pelatih asal Italia tersebut harus rela pergi dari Leicester City, klub yang sudah dibesarkannya. Banyak rumor yang mengatakan, tindakan pemecatan kepada Claudi Ranieri terkait dengan peran para pemain senior dari Leicester City yang meminta hal tersebut.

Setelah itu kursi kepelatihan diambil oleh Craig Shakespeare dan kemudian peruntungan dari Jamie Vardy cs berubah menjadi lebih baik. Mereka saat ini berhasil menjauhi zona degradasi dan juga berhasil mencetak sejarah dengan menjadi tim debutan di babak perempat final di ajang Liga Champions Eropa. Kendati demikian kerja keras yang sebelumnya telah dilakukan kepada Claudio Ranieri membuat banyak kalangan merasa bahwa aksi pemecatan tersebut tidaklah pantas. Namun Claudio Ranieri kini sudah mencoba untuk memulai memahami hal tersebut.

Ranieri Dipecat Leicester

“Memikirkan soal Leicester City pada saat itu hal yang pertama terlintas terpikir dalam benak saya adalah rasa terkejut, bahkan lebih dari sekedar pil pahit. Saya sudah menjalani banyak hal dalam karir saya yang sudah sangat panjang. Namun saya tidak pernah diperlakukan seperti itu. Ini adalah sebuah kekagetan namun pada akhirnya hal semacam itu adalah bagian dari sepakbola” tutur Claudio Ranieri yang dilansir The Guardian.

Sejak dipecat dari Leicester City, Claudio Ranieri sekarang ini enggan mengomentari hal tersebut lebih banyak. Namun mantan pelatih dari Atletico Madrid, Juventus, AS Roma, dan Inter Milan tersebut dirinya berjanji akan segera membuka semua hal tersebut ketika menjadi komentator di Liga Premier Inggris pada laga 10 April 2017 mendatang.

“Sampai hari itu saya tentu tidak akan bicara. Karena semua bisa terjadi di Inggris dan sepertinya cocok untuk dibicarakan kembali di Inggris” tutur Claudio Ranieri.

Related Posts