Penyebab Menurunnya Performa Atletico Madrid di Awal Musim

Pada saat dua besar Barcelona dan Real Madrid melewati dua laga perdana La Liga dengan mulus, Atletico Madrid saat ini justru sedang mengalami penurunan performa. Dua raksasa La Liga berhasil memetik poin penuh pada awal musim 2016/17. Sementara itu Los Rojiblancos mesti kehilangan empat angka yang sangat berharga.

Atletico Madrid jadi sosortan utama di Liga Spanyol belakangan ini. Bukanlah lantaran penampilan yang apik, tetapi justru tim besutan Diego Simeone tampil buruk pada dua jornada pertama musim ini. Pada laga pertama kontra Alaves di Vicente Calderon, Atleti ditahan imbang 1-1. Kecerobohan lini belakang membuat kemenangan lenyap di akhir-akhir pertandingan.

Sementara itu pada jornada kedua, tim promosi lainnya, Leganes juga sukses menahan seri Atletico dengan skor akhir 0-0. Dua hasil seri itu membuat Atletico Madrid mencatat rekor terburuk sepanjang masa kepelatihan Diego Simeone. Lantas apa penyebabnya? Lini depan yang masih belum panas digadang-gadang menjadi alasan utama minimnya gol yang diciptakan Los Colchoneros.

Performa Atletico Madrid Awal Musim

Kehadiran striker sekelas Kevin Gameiro nyatanya belum mampu mempertajam lini depan. Demikian dengan juga dengan Antoine Griezmann, yang bermain hebat di Piala Eropa 2016. Bahkan Fernando Torres juga tidak berhasil memecah kebuntuan tim ketika dimainkan. Di sisi lain, rapuhnya lini belakang Atletico juga menjadi sorotan. Oblak dinilai belum bermain dalam performa terbaiknya.

Alhasil, seringkali bola-bola beresiko dari Alaves atau Leganes, tidak dapat terantisipasi dengan baik. Penampilan Oblak seperti tidak melukiskan bila ia merupakan penerima penghargaan kiper terbaik musim lalu. Musim lalu, catatan statistik juga memberitahukan kalau Atletico Madrid selalu berhasil menguasai jalannya laga dalam 90 menit. Dominasi mereka cuma kalah dari dua raksasa Barca dan Madrid.

Tapi itu semua mendadak hilang pada dua partai awal La Liga musim ini. Alaves dan Leganes justru dapat lebih leluasa menguasai jalannya laga serta membuat gerakan penggawa Atletico Madrid sanagt terbatas. Keadaan itu berlangsung di 45 menit pertama. Di babak kedua, reaksi tim besutan Simeone juga tidak terlihat maksimal. Lantas bisakah itu semua diperbaiki oleh runner up Liga Champions musim lalu?

Related Posts