Ketika Mental Pemain Muda Jerman Membuktikan Segalanya

Adu penalti memang bukan hanya pertarungan fisik saja, melainkan mental juga diuji di babak ini. Di saat para senior sudah tak bisa menjadi algojo yang baik, masih ada para pemain muda yang bisa membantu. Itulah yang telah ditunjukan oleh Jerman di babak perempat final melawan Italia kemarin.

Dalam babak adu penalti tersebut memang berjalan dengan alot. Setidaknya, total kedua tim butuh 18 pemain untuk menyelesaikan babak tos-tosan ini dengan skor akhir 6-5 untuk kemenangan Jerman. Drama adu penalti tersebut terpaksa dilakukan karena di waktu normal dan dua kali babak tambahan, baik Jerman dan Italia tetap bertahan dengan skor 1-1.

Jerman sebenarnya sempat berada dalam ujung tanduk karena mereka diprediksi akan memperpanjanhg rekor kekalahannya oleh Italia. Dari tiga penendang pertama mereka, hanya ada satu yang bisa memasukan bola ke gawang Gigi Buffon. Namun, mereka kembali mendapatkan kesempatan ketika Graziano Pelle juga gagal memasukan bola ke gawang Manuel Neuer di saat penentuan.

“Saya tentu tak dapat berbuat banyak di babak penalti ini. Ini adalah pertarungan mental para pemain. Saya hanya bisa berharap para pemain kami bisa menuntaskan segala tekanan yang ada di laga ini. Kami punya banyak penendang yang bagus, meski mereka gagal buat gol kali ini,” kata pelatih Jerman, Joachim Loew soal babak adu penalti tersebut.

Mental Pemain Muda Jerman Membuktikan Segalanya

Setelah momen tersebut, giliran Jerman yang berada di atas angin. Namun sayang mereka kembali gagal ketika Bastian Schweisteiger yang seharusnya menjadi penentu kemenangan, gagal untuk memasukan bola. Alhasil babak penalti ini kembali dilanjutkan.

Di putaran kali ini, para pemain muda Jerman menunjukan mental yang luar biasa. Tercatat nama Joshua Kimmich dan Jonas Hector ialah pemain muda Jerman yang menjadi penentu kemenangan. Kedua pemain inilah yang berhasil memasukan bola ke gawang Buffon yang kemudian memenangkan satu tiket ke semifinal.

“Itu adalah hal yang luar biasa, ketika mereka bisa menuntaskan tendangan penalti ini. Mereka masih muda namun memiliki mental yang kuat. Ini adalah penebusan kami setelah kegagalan kami di Piala Dunia 2006 lalu.”

“Ini adalah pertandingan taktik. Italia sangatlah kuat, dan saya tak menyangka mereka bisa mengimbangi permainan kami. Ini adalah pertandingan yang luar biasa untuk kami,” tutup Loew.

Related Posts