Cerita Mourinho dan Guardiola Jelang Manchester Derby

Old Trafford Stadium akan jadi saksi pertemuan perdana antara dua manajer terbaik dunia, Jose Mourinho serta Josep Guardiola di pentas Premier League, yang akan berlangsung Sabtu (10/9) malam nanti. Hal itu jadi satu diantara magnet yang sangat besar bagi para pencinta sepakbola di seluruh Inggris, bahkan di seluruh dunia.

Jose Mourinho serta Guardiola terakhir kali berjumpa pada perebutan trofi Piala Super Eropa 2013. Pada saat itu Guardiola sukses mengusung Bayern Munich mengalahkan tim besutan Mourinho, Chelsea lewat adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 90 menit waktu normal dan dua babak perpanjangan waktu. Akan tetapi, persaingan kedua manajer tidak bakal lepas saat keduanya saling bersaing di La Liga.

Saat itu, tiap-tiap pertemuan Barca, yang diasuh Pep Guardiola, melawna Real Madrid arahan Mourinho, senantiasa dihujani banyak pro dan kontra. Tidak pelak, pada saat keduanya kembali berjumpa dengan rivalitas tim asuhan masing-masing, cerita masa lalu mereka pun kembali mencuat. Persaingan sudah pasti akan dihiasi dengan tensi yang tinggi. Seringkali terjadi provokasi yang jadi bumbu dan membuat situasi semakin panas

mourinho guardiola jelang derby

Salah satu legenda sepakbola Inggris, yang sekaligus kolumnis BBC Sport, Alan Shearer percaya kalau Manchester derby edisi ke-172 ini bakal berlangsung ketat. Hal semacam itu bakal memberi benefit yang besar pada Premier League. “Akan tetapi yang lebih utama, persaingan bakal begitu menarik. Keduanya mempunyai berbagai skema dengan amunisi yang ada. Maka, tunggulah saja ada kejutan apa yang bakal mereka sajikan di lapangan,” ucap Shearer.

Komentar Shearer itu mengacu pada para penggawa tim besutan Mourinho serta Guardiola yang bertabur bintang. Walau tidak semua akan bermain, kelengkapan armada kedua kubu jadi isyarat bila MU dan City akan sama-sama saling kejar di musim ini.

“Mereka membekali diri dengan komposisi pemain yang lengkap. Itu tentunya menjadi daya tarik yang luar biasa, serta saya kira ini bakal menular saat di atas lapangan. Secara teknik, mereka cukup berimbang. Saat ini, tinggal bagaimana langkah kedua manajer untuk meramu kekuatan tim,” papar Shearer.

Related Posts