Mauricio Pochettino Tak Suka dengan Kepura-puraan Manajer Liga Inggris

Mauricio Pochettino mengemukakan ketidaksukaannya pada kepura-puraan yang kerap dilakukan oleh beberapa beberapa manajer di Premier League. Pelatih Tottenham Hotspur itu mengungkapkan bila pada saat Leicester City menyabet gelar juara pada musim 2015/16, ia pun sama sekali tidak menghubungi Claudio Ranieri secara pribadi untuk mengucapkan selamat atas gelar yang mereka capai.

Pada musim 2015/16 lalu, Tottenham Hotspur sebenarnya menjadi pesaing terkuat Leicester City dan hampir merebut gelar juara. Walau demikian selanjutnya gelar juara justru berhasil didapatkan oleh The Foxes, setelah Spurs ditahan seri Chelsea di Stamford Bridge. Laga kontra The Blues itu bahkan juga berjalan keras, dipenuhi kartu dan penuh amarah di lapangan.

Pada saat itu Mauricio Pochettino memang memberi selamat pada Ranieri di depan awak media, sesudah laga kontra The Blues. Akan tetapi ia mengaku sama sekali tidak menelpon Ranieri untuk mengucapkan selamat secara personal, karena ia merasa sakit hati dan marah karena timnya gagal meraih gelar juara di musim lalu, serta menyerahkan trofi Premier League pada Leicester City.

“Saya pribadi memang tidak pernah menelponnya untuk mengucapkan selamat. Saya hanya memberi selamat pada saat konferensi pers setelah laga melawan Chelsea. Akan tetapi, sejujurnya saya sama sekali tidak senang dengan situasi itu. Saya merasa kesal pada saat tim saya gugur dalam persaingan meraih juara dari Leicester City,” ungkap Mauricio Pochettino.

Mauricio Pochettino Manajer Liga Inggris

“Di TV, tidak sedikit manajer yang seakan-akan tidak apa-apa dengan situasi yang mereka hadpai. Itu adalah kepalsuan semata. Saya tidak ingin jadi orang yang seperti itu. Saya memang mengucapkan selamat, akan tetapi pastinya saya sama sekali tidak senang akan hal semacam itu,” paparnya. Kekecewaan jadi semakin bertambah bagi kubu Spurs, karena di akhir musim 2015/16, posisi mereka harus turun ke rangking ketiga sesudah disalip Arsenal. Hingga pada saat ini, kekecewaan itu masih dirasa oleh semua penggawa Spurs serta Mauricio Pochettino.

Akan tetapi apa yang mereka rasakan bukanlah satu dendam, tetapi lebih pada rasa kesal pada diri sendiri. “Saya sudah tidak marah lagi mengenai hal tersebut. Cuma saja, saya masih kesal kenapa kami tidak bisa menyabet gelar juara di musim lalu. Kekesalan itulah yang sampai kini selalu kami rasakan, meskipun pada saat ini kami sudah memulai kompetisi yang baru. Sulit sekali untuk melupakan hal semacam itu, karena tidak akan ada gagal yang membahagiakan,” tuturnya.

Related Posts