Jose Mourinho Belum Temukan Strategi yang Cocok di MU

Mantan penggawa The Blues, Ray Wilkins, mengemukakan bila pelatih Manchester United, Jose Mourinho, masihlah belum temukan strategi yang cocok bagi anak-anak asuhannya. Hal semacam itu juga yang disebut-sebut menjadi biang keladi kekalahan 0-4 dari Chelsea, dalam lanjutan Premier League 2016/17 akhir pekan lalu. Dalam pertarungan di Stamford Bridge itu, gawang MU bobol pada saat laga baru berjalan 30 detik. Pedro Rodriguez sukses mengelabui tiga pemain MU, dan menceploskan bola ke gawang yang kosong.

Publik tim tuan rumah kembali bersorak setelah Gary Cahill melipat-gandakan keunggulan Chelsea pada menit ke-21. Berusaha keras untuk mencari gol penyeimbang, Setan Merah justru menghadiahi gol tambahan bagi The Blues. Pada paruh ke-2, MU makin terpuruk setelah The Londoners kembali menceploskan gol melalui aksi Eden Hazard (62′) serta N’Golo Kante (70′).

“Saya tidak menilik adanya aspek kelelahan yang dialami para pemain MU (akibat laga tengah pekan, Liga Europa). Saya malah menilik Manchester United belum mempunyai formasi yang pas. Sejujurnya, Jose Mourinho pasti belum menemukan skema terbaiknya di MU,” kata Wilkins. “Manchester United harus selekasnya memperbaiki diri. Sebab, jumlah kebobolan mereka cukup banyak. Mereka sangat terlihat tidak maksimal, dan saya rasa Jose Mourinho membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki keadaan ini,” imbuhnya.

Mourinho Belum Temukan Strategi Cocok MU

Kekalahan 4-0 dari Chelsea ini menjadi yang yang terbesar bagi Jose Mourinho di Premier League. Tapi selama ia berkarier menjadi pelatih. Kegagalan terbesar yang pernah dihadapi oleh Mourinho yakni pada saat masih menangani Real Madrid di tahun 2011 silam. Saat itu, Los Blancos takluk 0-5 dari Barca pada pertarungan bertajuk El Clasico di La Liga. Tentu saja ini menjadi salah satu pertanda buruk bagi skuad The Red Devils, jika tidak kunjung ada perbaikan.

Akibat kekalahan ini, MU pada gagal memperbaiki posisi di klasemen, dan masih tertahan di peringkat ketujuh dengan 14 angka. Wayne Rooney dkk terpaut angka cukup jauh, dari sang rival sekota, yaitu enam angka dari Manchester City di posisi teratas. Sama halnya dengan Arsenal dan Liverpol, yang keduanya sama-sama mengoleksi 20 angka di posisi dua dan tiga klasemen.

Ujian berat Jose Mourinho di bulan Oktober ini masih belum selesai. Setelah menghadapi Liverpool, Fenerbahce dan Chelsea, pertengahan pekan ini Manchester United akan kembali melakoni duel Manchester Derby, di babak 16 besar Piala Liga Inggris, 27 Oktober 2016. MU mempunyai kesempatan membalas dendam atas kekalahan di pertemuan pertama Premier League beberapa bulan lalu.

Related Posts