Jika Zlatan Ibrahimovic Habis Kontraknya, Siapa yang Menggantikan?

Zlatan Ibrahimovic datang ke Manchester United dengan status bebas transfer dari Paris Saint-Germain. Bomber asal Swedia itu pun hanya meneken kontrak selama satu musim dengan opsi penambahan satu musim lagi. Sebagai alternatif pengganti Ibra, Manchester United kini dikabarkan tengah memonitor Harry Kane di Tottenham Hotspur. United akan memanfaatkan kondisi lantaran negosiasi perjanjian kontrak baru penyerang Spurs itu tersendat.

The Sun melaporkan kalau pihak Spurs masih belum bisa menyetujui permintaan kenaikan gaji oleh Harry Kane. Penyerang timnas Inggris itu nantinya akan jadi pemain bergaji tertinggi di Tottenham, jika kenaikan gaji itu benar dapat diwujudkan. Saat ini, kontrak Kane masih tersisa sampai 2020 mendatang di White Hart Lane. Gajinya sebesar 60 ribu poundsterling per pekan. Jika dibandingkan dengan pemain-pemain lain seperti Raheem Sterling atau Jamie Vardy, bayaran Kane ini memang lebih kecil dari mereka.

Lantaran persoalan kenaikan gaji yang belum disetujui itu, muncul isu yang menyebutkan Kane bakal hijrah dari Spurs di musim panas awal musim depan. Media-media Inggris lalu mengabarkan kalau permasalahan itu lalu memancing empat tim besar Eropa untuk merekrut Kane. Empat tim besar itu merupakan Manchester City, Manchester United, Chelsea, dan Real Madrid. Khususnya bagi Manchester United, perburuan Kane ini tidak lain akan dijadikan sebagai alternatif pengganti Zlatan Ibrahimovic yang mungkin saja kontraknya akan berakhir tahun 2017 atau 2018 mendatang.

Jika Zlatan Ibrahimovic Habis Kontraknya

Mantan pemain Arsenal, Ray Parlour, menyebutkan kalau rencana Manchester United untuk merekrut Harry Kane sebagai pengganti Zlatan adalah sangat tepat. Peran penyerang berusia 23 tahun itu dinilai akan sangat berguna bagi United ketika Ibra hengkang. “Saya meyakini Manchester United membutuhkan Kane karena ia adalah sosok striker yang lebih muda. Kane adalah sosok penyerang yang paling tepat untuk menggantikan posisi Zlatan Ibrahimovic,” papar Parlour.

Sementara itu, Harry Kane baru saja pulih dari cederanya, Ia sempat menepi selama kurang lebih enam pekan. Alhasil, produktivitasnya pun menurun jauh jika dibandingkan dua musim sebelumnya. Dia baru mencetak tiga gol dari enam laga yang ia lakoni di Premier League 2016/17. Namun demikian, masih banyak yang menjagokan Kane akan kembali menjadi pencetak gol terbanyak Premier League musim ini, jika berkaca pada pengalaman dua musim sebelumnya.

Dalam dua musim terakhir, Kane berhasil menceploskan total 46 gol. Masing-masing 21 gol dibuat di musim 2014/15 dan 25 gol di musim 2015/16.

Related Posts