Guardiola: Saya Hanya Bermain Dengan Satu Cara

Manajer Manchester City, Pep Guardiola belakangan ini mendapatkan kritik pedas dan komentar yang sangat menyudutkan dirinya, apalagi ia tampak terlihat kesulitan ketika mengadopsi filosofi permainan satu sentuhannya di Inggris.

The Citizen saat ini menduduki posisi ketiga setelah Liverpool dan Chelsea. Meski belum bisa merebut kembali posisi kedua yang sempat dimilikinya tersebut, namun Manchester City tetap optimis bisa memenangkan pertandingan karena memiliki pemain dengan materi yang sangat bagus ditambah lagi dengan tangan dingin Pep Guardiola yang sudah tak perlu diragukan kembali.

City yang menang secara beruntun pada pertandingan sebelumnya, ketika melawan Watford dan Arsenal di Etihad, tetap dinilai sebagai salah satu tim yang masih berada di catatan tren buruk, hal ini dikarenakan beberapa kali dalam pertandingan ia sempat terkalahkan, apalagi ketika melawan Leicester dengan perolehan skor 4-2.

Ditemui saat wawancara bersama Thierry Henry di BBC, Pep Guardiola sang pelatih mengatakan; “Saya hanya bermain dengan satu cara sepanjang karir saya, tetapi di dalam pertandingan ini, bola lebih banyak berada di udara daripada di lapangan, dan saya harus beradaptasi dengan hal itu”.

Mantan pelatih Barcelona itu sepertinya benar berada di posisi kesulitan, bahkan ia sampai mendatangi Xabi Alonso ketika dirinya berada di Bayern Munchen. “Anda harus banyak berpikir mengenai bola kedua, karena disini berbeda dengan di Spanyol”, katanya. Dan sampai saat ini, perkataan Alonso masih terngiang di benak saya.

Guardiola Bermain Satu Cara

 

Pada saat di Barcelona, kami bermain sebagai bagian dari budaya klubyang ada dan di jerman kami sangat dituntut oleh fisik  yang sangat kuat, namun tidak sebanyak disini.

Disini, saya akui bahwa semua tim lebih tinggi dan lebih kuat. “Ketika seorang pemain dalam pertandingan tersebut tidak memahami apa yang menjadi sebuah masalah dan bagaimana solusi, maka pelatih yang akan menjadi sumber biang keladinya”.

Meski demikian, ia mengatakan kepada media bahwa dirinya tidak frustasi, ia cukup mengerti akan situasi ini.

Ia juga menyampaikan; “Mengapa saya harus mengubah gaya permainan saya?. Saya adalah orang yang tidak akan pernah menyerah begitu saja dengan apa yang saya percayakan?”.

Related Posts