Diego Maradona Lebih Suka Neymar Ketimbang Messi atau Ronaldo

Legenda sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona, mengakui lebih suka gaya bermain yang dipertontonkan oleh Neymar, ketimbang dua mega bintang, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Pernyataan itu disibakkan oleh sang legenda usai menjalani laga persahabatan untuk charity, yang bertopik ‘United for Peace’, di Stadion Olimpico, ROma, Italia beberapa waktu lalu.

Diego Maradona memiliki pendapat, kalau Neymar punya gaya permainan yang lebih bagus, lantaran tidak pernah mengeluh walau telah memperoleh banyak tekel dari musuh. Oleh karenanya, Maradona lebih senang melihat pertunjukan bintang asal Brasil itu daripada menyaksikan Messi atau Ronaldo. Neymar musim ini telah bermain tujuh kali bersama Barca serta telah membuat lima gol.

Sepanjang empat musim berseragam La Blaugrana, Neymar telah bermain 148 kali serta berkontribusi 90 gol. Ini jelas menjadi pencapaian yang luar biasa bagi seorang pemain berusia 23 tahun. “Tidak ada yang lebih baik antara Lionel Messi ataupun Cristiano Ronaldo,” papar Maradona. “Saya justru lebih senang menyaksikan Neymar berlaga, lantaran dia selalu menggiring bola walau memperoleh banyak tekel dari musuh,” tambahnya.

Diego Maradona Neymar Messi Ronaldo

Terlepas dari Neymar, Maradona juga berkomentar mengenai performa Real Madrid di bawah manajer muda, Zinedine Zidane. Ia mengaku takjub dengan kemampuan Zinedine Zidane meracik tim sekompleks Real Madrid. Ia melihat Zidane mempunyai gaya permainan yang unik. Sejak ditunjuk menjadi manajer El Real pada Januari 2016 lalu, Zinedine Zidane telah memimpin tim ibukota Spanyol dalam 37 laga.

Dari total keseluruhan, Zidane sukses mengusung Los Blancos menyabet 27 kali kemenangan, delapan kali hasil seri, serta hanya dua kali kalah. Serta di musim 2015/16 lalu, ia juga berhasil mengantar Los Merengues menyabet trofi Liga Champions ke-11 sepanjang sejarah tim, walau baru beberapa bulan menjadi pelatih tim.

“Saya sangat senang menyaksikan Zinedine Zidane lantaran dia membuat sebuah tim memenangkan sebuah laga dengan teori-teori yang unik, berbeda dengan pelatih-pelatih pada umumnya,” papar pemain yang pernah membela Barcelona di tahun 1982-1984 dan Sevilla di tahun 1992-1993.

Related Posts