Coke Ungkap Alasannya Hengkang dari Sevilla

Direktur Olahraga Sevilla, Monchi, merasa cemas klubnya sudah melakukan kekeliruan besar ketika melepas kapten mereka, Coke yang akhirnya berhimpun ke Schalke 04. Bek kanan Sevilla itu sebelumnya sudah mengabiskan lima tahun kariernya di Ramon Sanchez Pizjuan. Ia juga jadi pahlawan bagi timnya dengan mencetak dua gol ke gawang Liverpool di final Liga Europa yang membuat Sevilla menjuarai ajang itu dalam tiga musim berturut-turut.

Eks bek Rayo Vallecano itu merupakan pujaan para fans tim Andalusia. Fleksibilitasnya dalam memperkuat lini belakang serta sektor tengah begitu dikagumi oleh eks manajer Sevilla, Unai Emery. Monchi sendiri meyakini timnya bakal kehilangan sosok utama di skuad mereka. Bahkan beberapa eksodus penggawa juara Europa mesti hengkang ke tim lain.

Sebut saja seperti manajer Unai Emery dan Grzegorz Krychowiak yang memilih hijrah ke Paris Saint-Germain dan Kevin Gameiro yang memutuskan pindah ke Atletico Madrid. Pada perpisahan dengan Coke di sebuah konferensi pers, Monchi menyampaikan, “Hari ini merupakan hari yang tidak terlupakan. Saya sudah melepas banyak pemain serta banyak transfer menyebabkan kesangsian, namun mengenai yang satu ini saya meyakini kalau ada suatu hal yang salah.”

Coke Hengkang dari Sevilla

“Saya mempunyai rasa tak enak di mulut saya lantaran dalam transfer ini kami melakukan kekeliruan, kami sudah kehilangan seorang yang begitu utama. Kami tak cuma kehilangan pemain, ataupun kapten, tapi kami kehilangan jantung tim ini, sosok yang senantiasa memberinya sepenuhnya untuk tim.”

Di sisi lain, Coke juga tak menyembunyikan kesedihannya harus meninggalkan Sevilla. Akan tetapi ia menyatakan hasratnya untuk mencari tantangan baru di tim lain. “Saya mempunyai perasaan aneh sepanjang dua hari belakangan, hati saya tak merasakan itu merupakan tempat yang tepat,” tuturnya.

“Seperti yang saya katakan, karier seorang pemain tidaklah panjang. Saya merasakan kalau ini merupakan apa yang perlu saya kerjakan saat ini, namun itu justru membuat saya sedih. Saya bakal senantiasa menyimpan Sevilla di hati saya. Momen paling baik merupakan pada saat final di Basel, itu cuma satu anekdot untuk saya pribadi, namun saya bakal mengingatnya.”

Related Posts