Akhir Dari Aksi Pelemparan Di La Liga

La Liga Premier Spanyol sempat memanas paska aksi pelemparan yang dilakukan oleh fans Valencia kepada para pemain Barcelona. Pertandingan di bulan tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Barcelona dengan skor 3-2. Aksi tersebut nyatanya membuat banyak sekali kritikan untuk kedua belah pihak. Barcelona juga dinilai memprovokasisupporter Valencia sehingga pada akhirnya terjadilah aksi tidak supportif di malam tersebut.

Bahkan presiden La Liga Javier Tebas mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi karena ulah para pemain Barcelona yang pada awalnya memprovokasi supporter Barcelona. Perkataan Javier Tebas nyatanya mengundang banyak pertanyaan. Apakah presiden La Liga tersebut membenci Barcelona. Pihak Barcelona sendiri menginginkan presiden La Liga Javier Tebas meminta maaf atas perkataannya. Namun nyatanya dirinya menolak melakukan hal tersebut dan merasa perkataannya benar.

“Saya menyesal atas apa yang terjadi pada saya. Moral seperti itu membuat menyakiti saya dan membuat saya tak nyaman. Tapi saya tak akan berhenti melakukan pekerjaan saya. Saya tak mau meminta maaf karena saya bukan orang yang munafik. Situasi ini mengganggu saya dan mebuat sakit saya karena niat saya dalam tiga tahun setelngah ini adalah melawan kekerasan dalam sepak bola di Spanyol” kata Javier Tebas setelah Barca membawa kasusnya ke meja hijau Administrative Court of Sport (TAD).

Aksi Pelemparan La Liga

Fans yang melempar botol kepada para pemain barca akhirnya dijatuhi hukuman berat. Hukuman tersebut akhirnya menutup permasalahan tersebut. Komite Nasional melawan kekerasan, Rasisme, Xenophobia, dan intoleransi dalam olahraga spanyol sudah menetapkan hukuman untuk si pelaku. Hukuman itu adalah denda sebesar 30001 euro dan juga larangan masuk ke stadion selama enam bulan. Pelaku ini diamankan oleh pihak keamanan stadion Mestalla yang dengan sigap melokalisir dan mengidentifikasi si pelaku.

Segera setelah kejadian petugas keamanan Mestalla memang bertindak cepat dan sigap dan hasilnya mereka bisa mengamankan pelaku yang ternyata dirinya masih berusia di bawah umur. Si pelaku lantas akhirnya meminta maaf kepada semua pihak atas kejadian memalukan tersebut. Pelaku juga meminta maaf pada para korbannya yang terkena lemparan botol tersebut. Akibat lemparan itu, beberapa pemain barca memang terlihat kesakitan. Dua diantaranya bahkan tergeletak di atas lapangan. Hal tersebut ternyata sempat membuat bingung si pelaku. Namun seperti apapun itu aksi si pelaku merupakan hal yang tidak patut dicontoh oleh supporter lain di mana pun.

Related Posts